Tuesday, February 23, 2016

Gelas Kuning

Kalender baru sudah terpasang beberapa waktu lalu, angka-angka
tak henti berjatuhan bak daun kering yang ada di belakang rumah.
Tidak terasa, bulan semakin tua. Berbentuk ayunan di langit. Rasanya
baru saja aku terbangun dari kamar gelap, terbangun paksa, menyalakan
lampu dan melihat wajahmu. Mendengar nafas, dan entah kalimat
apa yang kau ucapkan, aku tak begitu kuat mengingatnya karena
aku masih ingin melanjutkan mimpiku semalaman, entah mimpi
apa.

Malam ini,  aku hanya mengingat beberapa hal lalu menulisnya. Entah pun
harus berbuat apa malam-malam begini, beberapa hari ini aku merasa sedikit lelah memang. Tiba-tiba saja padahal aku tidak melakukan apa-apa.
Ibu juga tahu, gelas kuning yang selalu kupamer dihadapannya sudah
dua hari ini tidak terisi apa-apa, bahkan kusimpan kembali di lemari.
Entahlah, tiba-tiba kurang suka berhadapan dengan teh.
Aku berfikir, akan mengisi gelas itu dengan teh lagi suatu hari nanti. Akan sedikit lebih manis dari sebelumnya. Aku merindukan temanku.

No comments:

Post a Comment