Sunday, March 20, 2016

Bukan Apa-Apa

Memang benar bahwa setiap luka memiliki
nama, tapi aku tidak menamainya; Sebab kita tidaklah
pantas saling melukai.

Seseorang menulis bahwa "Waktu adalah obat, maka
jangan mengeja kenangan sebagai luka, sebab
ia akan terhapuskan juga."
Saya kira ini benar, dan saya menuliskan ini bukan karena
hal-hal sedramatis itu, melainkan alasan yang paling
sederhana : Rindu. Yang kau memintaku untuk bersabar
darinya lalu aku belajar melakukannya.

Malam, duduknya jiwa yang lemah.
Maaf jika tak seharusnya dan tidak lagi pantas,
tapi aku akan masih dan sementara belajar.
Ketahuilah, bagiku ini tidak mudah tapi aku akan
tetap belajar untuk ini.

No comments:

Post a Comment