walau ini jelang malam, mataku masih berbayang
meraup-raup kenangan yang tertinggal kejauhan
melihat-lihat sejumput cerita dalam ingat
aku ingin membawanya pulang
dipersinggahan malam ada yang kusebut rindu,
termasuk senyum yang melengket dikepulan asap kopi
suara batuk yang mendawai didekat cangkir
atau semburan air dari tenggorokan tua
sebentuk tubuh yang kudapati dibalkon tiap pagi,
tertawa riang bersama burung yang pandai bernyanyi
menyeruput air hitam, sembari menggulung kertas isi tembakau
dikepalanya ada topi anyaman, sebentar lagi keladang
'mulailah meninggalkan kopi, kita harus sehat', pesan emak bertahun lalu.
hanya senyum, itu balasan bapak.
No comments:
Post a Comment