Untukmu yang ku temui
di pinggir jalan kemarin sore, apa kau sudah membaca surat titipanku? Semoga
kau bisa paham semua isinya ya. J
Ada satu yang lupa ku
katakan, jangan pernah merasa besalah ya. Jadi anggap saja semuanya tidak
pernah ada, karena saat semuanya sudah kau pahami mungkin kau tak bisa
mengenaliku lagi atau sederhananya aku tak menengalmu lagi. Saya tidak suka
dengan penyesalan, jadi tak usah berpura-pura menyesal, lebih baik kita
berpura-pura menganggap semuanya tidak pernah terjadi.
Satu lagi, jangan
pernah menemuiku dengan membawa kata maaf. Bukan apa-apa, Saya hanya tidak
ingin hal itu mengingatkanku bahwa kau pernah melakukan kesalahan terhadapku.
Jadi anggap saja kau tak pernah mengenal orang sepertiku, akupun akan
menganggap semuanya seolah tak pernah ada. Tenang saja, tidak mungkin aku
berlarut-larut hanya untuk mengingat kesalahanmu, akan ada waktu semuanya
hilang bahkan sekedar mengingat sebait kejadianpun sudah tidak bisa lagi. Tapi
satu hal yang harus kusampaikan, jangan pernah tersenyum ketika melihatku agar
tak bertambah kesan burukku di matamu karena sebenarnya aku sudah kehilangan
cara membalas senyummu.
Barangkali kau belum sempat tahu bahwa aku
yang kau anggap orang paling baik ini sebenarnya orang yang paling buruk. Ya kan?
Tidak mengapa kalau kau menganggap seperti itu, suatu saat kau akan mendapat
jawaban yang sebenar-benarnya. Terakhir, teruskanlah hidupmu dan jangan pernah
mengingat kesalahan-kesalahanmu karena aku akan segera melupakannya juga. J
Dariku yang lupa akan
namamu.
No comments:
Post a Comment