Thursday, April 10, 2014

LUPA



Empat kata itu bagian siluetku, datang sesukanya tanpa pamit
Hinggap lama menemani jalanku
Walau hadirnya bukan pinta, namun kusebut anugerah
Ia teman terhebat,
Hilangkan segala ingatan yang menyiksa
Terkadang serakahku pada lupa membuatku benar tak butuh sendiri
Datang darimanapun ia, termasuk bakat alamiyahku
Lalu ia memanjakanku, hanya menyisakan jejak-jejak indah dalam ingatan,
Membuang segala yang menyesakkan,
Termasuk sebaris warkah yang pernah mematahku.
Ah, biarlah lupa dalam jiwaku, menari disetiap gundah bertemu
Menghapus mudah masa-masa sesak menggeliat
Aku utarakan saja syukur pada Tuhan
Maka nikmat Tuhanku manakah yang harus kudustakan?
Ketika yang lain takut pada lupa, padahal ia bahagia bagiku
Merasakan damainya tanpa sakit yang silam
Maka nikmat Tuhanku mana yang harus kudustakan?
Adalah nikmat tak pernah terputus bagi hambaNYA yang senantiasa bersyukur.

No comments:

Post a Comment