Aku menuliskan ini
dikelas, saat dosen usai menyatakan malas mengisi kelas kami. Aku mengambil
posisi duduk dipojokan, seperti biasa saat tidak ada dosen maka kelas akan
berubah menjadi counter game atau disulap menjadi bioskop gratis. Dan kali ini
rupanya disulap menjadi bioskop, sudah pasti film yang diputar berjenis horror,
aku melirik hanya sesekali, hanya ketika mendengar jeritan beberapa temanku
yang berhasil terpengaruhi, bukan aku tak suka, bukan takut hanya saja
menonton rame-rame rasanya tidak bisa kutemu seni horornya.
Udara terlalu panas
untuk tetap tinggal dalam ruangan, aku memilih keluar dan duduk sendirian di
luar, berteman NB dan terhibur ketukan-ketukan sepatu orang-orang yang lalu
lalang.
Kalau sudah menyepi ditengah keramaian begini, yang paling indah hanyalah menimang-nimang imaji. Memutar kembali jejak-jejak yang tersimpan rapi di Kaset kehidupanku padahal ini belum sampai bulan Ramadhan. Biasanya aku menjenguk masa lalu hanya sekali setahun, begitu saran temanku. baiklah, aku harus segera menghentikan rekaman ini, lalu membuat tulisan baru dalam lembaran hatiku seperti ini
"Biarlah waktu bersaksi atas kekalahanmu,
Namun sesekali jangan Tampak bodoh dimata Dunia"
Saat Kelas Menjadi Bioskop..
Aku menuliskan ini
dikelas, saat dosen usai menyatakan malas mengisi kelas kami. Aku mengambil
posisi duduk dipojokan, seperti biasa saat tidak ada dosen maka kelas akan
berubah menjadi counter game atau disulap menjadi bioskop gratis. Dan kali ini
rupanya disulap menjadi bioskop, sudah pasti film yang diputar berjenis horror,
aku melirik hanya sesekali, hanya ketika mendengar jeritan beberapa temanku
yang berhasil terpengaruhi, bukan aku tak suka, bukan takut hanya saja
menonton rame-rame rasanya tidak bisa kutemu seni horornya.
No comments:
Post a Comment